REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Dadan Hindayana, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jember, Kamis (16/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang.

Dadan menilai Kabupaten Jember layak menjadi daerah percontohan nasional dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, ketepatan data penerima manfaat serta kesiapan infrastruktur menjadi alasan utama.

Ia juga mengapresiasi peran mitra yang telah membantu percepatan pembangunan dapur SPPG sehingga program MBG dapat segera berjalan maksimal di Jember.

“Terima kasih kepada mitra yang sudah membangun, karena dengan demikian percepatan program makan bergizi dapat dilaksanakan lebih cepat. Saya berharap program makan bergizi di Jember bisa segera 100 persen,” kata Dadan.

Menurut Dadan, kebutuhan SPPG di Jember mencapai sekitar 400 titik. Saat ini, sebanyak 207 titik telah beroperasi.

“Sekarang sudah operasional 207. Itu artinya sekitar Rp207 miliar per bulan sudah mengalir uang di Jember. Mudah-mudahan bermanfaat bagi penerima manfaat sehingga anak-anak tumbuh sehat, cerdas, kuat, dan ceria, serta seluruh masyarakat mendapatkan efek baik dari program makan bergizi,” ujarnya.

Dadan menambahkan, besarnya jumlah SPPG yang beroperasi menunjukkan potensi perputaran ekonomi yang sangat besar di Kabupaten Jember. Jika seluruh titik terpenuhi, nilainya diproyeksikan bisa mencapai ratusan miliar rupiah setiap bulan.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait mengaku optimistis Program MBG akan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Menurutnya, dampak program ini bukan hanya pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru.

“Dengan adanya MBG ini akan ada perputaran keuangan yang luar biasa di Kabupaten Jember. Kalau nanti semuanya beroperasi sesuai jumlah penerima program, akan ada sekitar Rp4 sampai Rp4,6 triliun dalam setahun,” kata Fawait.

Ia menyebut angka tersebut sangat besar jika dibandingkan dengan APBD Jember yang berada di kisaran Rp4,3 triliun. Karena itu, program MBG diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.

“Saya yakin itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita. Pendapatan Jember juga pasti akan meningkat, dan ujungnya adalah menciptakan lapangan pekerjaan,” lanjutnya.

Fawait menambahkan, banyak tenaga kerja yang direkrut dalam program ini berasal dari kalangan ibu rumah tangga, janda, hingga masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan tetap.

“Otomatis akan menurunkan angka pengangguran, meningkatkan pendapatan, dan ujungnya adalah pengentasan kemiskinan,” tegasnya.

Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu menjamin pemenuhan gizi generasi muda Jember sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat hingga tingkat desa.

Reporter: Anas H
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *