REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menerapkan kebijakan satu hari tanpa kendaraan berbahan bakar minyak (BBM), Kamis (16/4/2026). Kebijakan ini diberlakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program efisiensi energi serta transformasi budaya kerja ramah lingkungan.
Suasana berbeda tampak di lingkungan kampus yang berada di Kecamatan Kaliwates, Jember. Jalanan kampus terlihat lebih tenang tanpa suara mesin kendaraan maupun asap knalpot. Seluruh dosen, pegawai, hingga mahasiswa dilarang menggunakan kendaraan bermotor berbahan bakar minyak di area kampus.
Sebagai gantinya, civitas akademika memilih berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan kendaraan non-BBM seperti motor listrik. Bagi yang tetap membawa kendaraan bermotor, diwajibkan memarkir kendaraan di titik terluar kampus, seperti area Gedung Pascasarjana dan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN KHAS Jember, Nawawi, mengatakan kebijakan ini merupakan implementasi dari program pemerintah terkait penghematan energi.
“Sekarang pemerintah memiliki program hemat energi dan transformasi budaya kerja. Salah satunya adalah hemat BBM dan energi. Dalam rangka menerjemahkan program itu, UIN KHAS Jember mengadakan kegiatan satu hari bebas BBM,” ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh sivitas akademika, mulai dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa, tidak diperbolehkan memakai kendaraan bermotor berbahan bakar minyak di area kampus selama program berlangsung.
Kebijakan ini mendapat respons positif dari warga kampus. Selain mendukung penghematan energi, program tersebut dinilai mendorong gaya hidup sehat.
Salah seorang civitas akademika UIN KHAS Jember, Yuliyanto, menilai kegiatan itu sejalan dengan upaya pemerintah mendorong efisiensi penggunaan BBM.
“Menurut saya ini kegiatan yang sangat positif, mendukung program pemerintah untuk menghemat BBM dan efisiensi. Selain itu, kegiatan ini bisa membuat diri kita lebih sehat karena berangkat ke kantor dengan bersepeda,” katanya.
Ia berharap program serupa dapat terus dilanjutkan setiap pekan.
Sementara itu, mahasiswi UIN KHAS Jember, Nabila, menyebut kebijakan tersebut juga memberi manfaat ekonomis bagi mahasiswa.
“Dengan adanya sehari tanpa BBM, badan kita jadi sehat. Selain itu juga bisa menghemat uang saku karena kita jalan kaki ke kuliah,” ujarnya.
Pihak kampus berharap inovasi ini menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah lingkungan, sehat, dan berkelanjutan.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
